Senin, 03 Oktober 2016

fungsi insenerator

 INSENERATOR

A. PENGERTIAN

Insenerator / Incinerator adalah suatu alat pembakar sampah yang di operasikan dengan menggunakan teknologi pemhakaran pada suhu tertentu, sehingga sampah dapat terbakar habis.

Kebutuhan udara sekunder pada Proses pembakaran di insenerator dengan laju massa sampah 608J2 kg / jam adalah 1M2,47 kg/Jam dengan exces air 3 % maka didapat penghematan minyak tanah sebesar7 liter/jam. Insenerator merupakan peralatan pemusnah sampah khusus yang bekerja pada suhu yang tinggi, sehingga dapat menghancurkan sampah – sampah berbahaya dan beracun ataupun sampah – sampah infeksi, sehingga sisanya dapat dibuang dengan aman ke tempat pembuangan sampah umum.
insenerator

Insenerator ini memiliki ruang pembakaran, tempat sampah yang akan dibakar. Pada chamber terdapat saluran untuk mengalirkan bahan bakar juga dilengkapi saluran untuk mengalirkan udara dari blower, yang diperlukan pada proses pembakaran, pembakaran ini dilakukan pada chamber tertutup, untuk menghindari bahaya toksin maupun infeksi dari sampah yang akan dimusnahkan. Proses pembakaran ini memerlukan waktu yang bervariasi, tergantung jenis sampahnya serta volume sampah yang akan dimusnahkan. Pada incinerator, biasanya memiliki dua buah ruang pembakaran untuk membakar obyek dan membakar asap sebelum difilter, sehingga sisa – sisa karbon dari pembakaran yang terbawa asap akan semakin berkurang, sehingga gas CO yang dihasilkan juga semakin berkurang, dan tidak membahayakan bagi lingkungan.

Jenis insinerator yang biasanya digunakan untuk limbah rumah sakit adalah jenis controlled-air ,yang dikenal di pasaran sebagai pembakaran secara starved air atau secaramodular atau secara pyrolytic. Sistem ini disebut demikian karena jenis ini dioperasikan dengandua ruangan yang bekerja secara seri. Ruangan pertama (bagian limbah padat) difungsikan padakondisi substoichiometris (beberapa jenis dijumpai juga pada model kiln), sedang ruangan kedua (bagian limbah gas) di fungsikan pada kondisi udara yang berlebih.

B. Fungsi insenerator

insenerator

fungsi dari penggunaan insenerator ini adalah

1. Untuk menghancurkan sampah – sampah berbahaya dan beracun ataupun sampah – sampah infeksi, sehingga sisanya dapat dibuang dengan aman ke tempat pembuangan sampah umum.

2. Mendestruksi materi-materi yg berbahaya seperti mikroorganisme pathogen dan meminimalisir pencemaran udara yg dihasilkan dari proses pembakaran sehingga gas buang yg keluar dari cerobong  menjadi lebih terkontrol dan  ramah lingkungan.

C. PRINSIP / MEKANISME KERJA insenerator


prinsip kerja Insenerator
Proses insenerasi akan berlangsung melalui 3 tahapan, yaitu:

1) Tahapan pertama adalah  membuat air dalam sampah menjadi uap air, hasilnya limbah menjadi kering dan siap terbakar.

2) Selanjutnya terjadi proses pirolisis, yaitu pembakaran tidak sempurna, dimana temperature belum terlalu tinggi.

3) Fase berikutnya adalah pembakaran sempurna. Ruang bakar pertama digunakan sebagai pembakar limbah, suhu dikendalikan antara 400OC-600OC.
Ruang bakar kedua digunakan sebagai pembakar asap dan bau dengan suhu antara antara 600OC-1200OC.

Suplay oksigen dari udara luar ditambahkan agar terjadi oksidasi sehingga materi-materi limbah akan teroksidasi dan menjadi mudah terbakar, dengan terjadi proses pembakaran yg sempurna, asap yg keluar dari cerobong menjadi transparan.

D. CARA KERJA Insenerator

1. Switch pompa di “on” kan lebih dahulu agar sirkulasi air dialat scrubber dapat berjalan dengan baik dan lancar.

2. Masukkan limbah padat yang sudah dimampatkan dan dibungkus kantong ( bukan bahan dari Plastik ) kedalam ruang pembakaran, Jarak kantong terhadap ujung burner paling dekat 30 cm, agar tidak menutup lubang nozzel dari burner.

3. Tutup daun pintu incinerator sampai bisa rapat, sehingga “limit switch” bisa bekerja dengan baik, dan burner bisa menyala dengan baik

4. Aturlah timer (waktu kerja) sesuai waktu yang dikehendaki. Secara automatik, incinerator akan bekerja sesuai dengan waktu yang telah diatur tersebut. Matikan tombol POWER On-Off terlebih dahulu dan hidupkan tombol ”on” tersebut guna melakukan pembakaran berikutnya.

5. Setting pengatur suhu ( temperature Controler ) pada posisi 800 derajat Celcius atau suhu yang dikehendaki di dalam ruang bakar. Burner akan secara otomatis menyesuaikan suhu yang telah diset

6. Selesai operasi pembakaran switch pada stop kontak (sumber listrik ) dimatikan, supaya tidak ada pengaruh listrik lagi pada incinerator. Juga umur pakai perangkat otomatis lebih panjang dan tidak cepat rusak

7. Hasil pembakaran atau abu dikumpulkan dengan kantong untuk di bawa ke TPA (Tempat Pengolahan Akhir ) kemudian dilakukan solidifikasi

 Insenerator adalah metode penghancuran limbah organik dengan melalui pembakaran dalam suatu sistem yang terkontrol dan terisolir dari lingkungan sekitarnya. Insinerasi dan pengolahan sampah bertemperatur tinggi lainnya didefinisikan sebagai pengolahan termal. Insinerasi material sampah mengubah sampah menjadi abu, gas sisa hasil pembakaran, partikulat, dan panas. Gas yang dihasilkan harus dibersihkan dari polutan sebelum dilepas ke atmosfer.

hubungi kami di 081213965753
penawaran iasgroups@yahoo.com
http://iasgroups.blogspot.com




Thanks a lot of to : dityaaditya.blogspot.co.id